Rabu, 23 November 2011

E-Business

A.pengertian dan model E-Business
     E-bisnis adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi oleh organisasi, individu,
atau pihak-pihak terkait untuk menjalankan dan mengelola proses bisnis utama sehingga
dapat memberikan keuntungan—dapat berupa berupa keamanan, fleksibilitas, integrasi,
optimasi, efisiensi, atau/dan peningkatan produktivitas dan profit
Model-model E-business

Terdapat dua model E-business, yaitu :
1. (Business to Consumers)
Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara individu dan organisasi. Business to consumers atau business to costumer menggambarkan kegiatan bisnis melayani konsumen dengan produk atau jasa. Misalkan orang membeli sepasang sepatu dari pengecer. Transaksi yang mengarah ke sepatu agar tersedia untuk pembeli, yaitu pembelian kulit, tali, karet, dll serta penjualan sepatu dari pembuat sepatu ke pengecer akan dianggap transaksi B2C.
Karakteristik B2C :
- Antara organisasi dengan perorangan
- Nilai uang yang dilibatkan lebih kecil
- Transaksi tidak sering terjadi
- Relatif sederhana
2. (Business to Business)
Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara organisasi dengan organisasi (antar organisasi). menggambarkan transaksi perdagangan antara perusahaan, seperti antara manfaktur dan grosir, atau antara grosir dan pengecer. Volume transaksi B2B jauh lebih tinggi dibandingkan volume transaksi B2C. Alasan utamanya karena dalam rantai pasokan (Supply chain) ada banyak transaksi B2B yang mencakup bahan baku dan penjualan produk jadi ke konsumen. Sebagai contoh, sebuah produsen mobil membuat beberapa transaksi B2B seperti membeli ban, kaca untuk kaca jendela, dan selang karet untuk kendaraan. Transaksi terakhir adalah saat kendaraan jadi yang dijual kepada konsumen yang merupakan transaksi (B2C) tunggal.
Karakteristik B2B :
- Antar organisasi
- Nilai uang yang dilibatkan lebih besar
- Hubungan yang kuat dan berkelanjutan
- Pemberian kredit oleh penjual ke pelanggan
- Lebih kompleks


B.Pengaruh E-Business dalam proses Bisnis
     *Pembeli dan Inbound Logistic. Internet dapat meningkatkan aktifitas pembeli dengan cara mempermudah perusahaan mengidentifikasi calon pemasok dan membandingkan harga. Data mengenai pembelian yang dilakukan sub unit organisasi yang berbeda dapat disentralisasikan, sehingga memungkinkan organisasi untuk menetapkan pembelian total diseluruh dunia atas berbagai produk.
    * Operasi internal, sumber daya manusia, dan infrastuktur. Teknologi komunikasi tingkat lanjut dapat secara signifikan meningkatkan effisiensi operasi internal. Peningkatan akses ke informasi juga dapat secara signifikan meningkatkan perencanaan. Pada sumber daya manusia, aktifitas ini mendukung untuk effisiensi dan efektifitas dalam aktifitas utama.
    * Outbound Logistic. Akses yang tepat waktu dan akurat atas informasi rinci tentang pengiriman memungkinkan penjual mengurangi biaya tranportasi melalui cara pengiriman gabungan ke para pelanggan yang dekat lokasinya satu dengan yang lainnya. Informasi yang lebih tepat waktu tentang penjualan dapat membantu pabrik mengoptimalkan jumlah persediaan yang ditanggungnya.
    * Penjualan dan Pemasaran. Perusahaan dapat menciptakan katalog elektronik di Website mereka untuk mengotomatisasikan input pesanan penjualan. Kemampuan ini tidak hanya memungkinkan para pelanggan menyampaikan pesanan saat mereka menginginkannya, tetapi juga dapat secara signifikan mengurangi jumlah staf dengan cara meniadakan telepon, surat-menyurat atau pengiriman faks.
    * Pelayanan dan dukungan Purnajual. E-business dapat secara signifikan meningkatkan kualitas dukungan purnajual ke para pelanggan.


C.infrastruktur E-business
INFRASTRUKTUR untuk E-BUSINESS
     Kemajuan teknologi komunikasi dan jaringan, terutama internet, menyediakan inrastruktur yang dibutuhkan untuk e-business. Bagian ini memberikan pengantar atas gambaran umum konsep jaringan dan mendiskusikan isu-isu strategis yang berkaitan dengan metode-metode alternatif yang dapat dipergunakan organisasi dalam mengimplementasikan e-business.
Jenis-jenis Jaringan
Jaringan telekomunikasi dibanyak perusahaan dipergunakan untuk melakukan e-commers dan mengelola operasi internal yang terdiri dari beberapa komponen, yaitu:
1. Local Area Network (LAN)
2. Wide Area Network (WAN)
3. Value-added Network dan
4. Internet
Software Komunikasi
Software komunikasi mengelola aliran data melalui suatu jaringan. Software komunikasi didesain untuk bekerja dengan berbagai jenis peraturan dan prosedur untuk pertukaran data.
Software ini melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut:
1. Pengendalian akses
Software ini berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan hubungan antar-berbagai peralatan; secara otomatis memutar dan menjawab telepon; membatasi akses hanya pada para pemakai yang berwenang; serta membuat parameter seperti: kecepatan, mode, dan arah pengiriman.
2. Pengelolaan jaringan
Pada software ini berfungsi untuk mengumpulkan data untuk memeriksa kesiapan peralatan jaringan untuk mengirim atau menerima data; membuat aturan antri untuk masukan dan keluaran; menetapkan prioritas dalam sistem,mengirimkan pesan; dan mencatat aktivita, penggunaan, dan kesalahan dalam jaringan.
3. Pengiriman data dan file
Software ini berfungsi untuk mengontrol pengiriman data, file dan pesan-pesan diantara berbagai peralatan.
4. Pendeteksi dan pengendalian atas kesalahan
Software ini berfungsi untuk memastikan bahwa data yang dikirim benar-benar merupakan data yang diterima.
5. Keamanan data
Software ini berfungsi untuk melindungi data selama pengiriman dari akses pihak yang tidak berwenang.
PILIHAN KONFIGURASI JARINGAN
Konfigurasi LAN
Konfigurasi LAN mempunyai tiga ciri dasar, yaitu: konfigurasi bintang, konfigurasi cincin, dan konfigurasi.
1. Konfigurasi Bintang
Dalam konfigurasi bintang, setiap peralatan secara langsungb terhubung dengan server pusat. Seluruh komunikasi antara peralatan dikendalikan dan dikirim melalui serverv pusat. Biasanya, server akan mengumpulkan data setiap peralatan untuk melihat apakah peralatantersebut ingin mengirim pesan. Konfigurasi bintang adalah cara termahal untuk membangun LAN karena membutuhkan banyak sekali kabel untuk menghubungkannya. Akan tetapi, keunggulan utamanya adalah apabila salah satu titik sedang gagal (down), kinerja jaringan yang lain atau jaringan selebihnya tidak terganggu.
2. Konfigurasi Cincin
Pada konfigurasi cincin, setiap titik secara langsung terhubung dengan dua titik lainnya. Ketika sebuah pesan melalui cincin tersebut, setiap titik akan memeriksa judul paket untuk menetapkan apakah data tersebut ditujukan bagi titik berkaitatau tidak. LAN yang dikonfigurasikan cincin mempergunakan software yang disebut dengan token. Token ini berfungsi sebagai untuk mengendalikan aliran data dan untuk mencegah tabrakan. Token secara terus-menerus beroperasi disepanjang cincin. Jadi, titik-titik lainnya harus menunggu hingga pesan yang dikirim sampai pada tujuannya dan token tersebut bebas kembali, sebelum mereka dapat mengirim data. Apabila hubungan dalam cincin rusak, jaringan tersebut dapat berfungsi, walaupun lebih pelan, dengan cara mengirimkan seluruh pesan ke arah yang berbeda.
3. Konfigurasi BUS
Didalam konfigurasi BUS, setiap peralatan dihubungkan dengan saluran utama, atau yang disebut BUS. Pengendali komunikasi didesentralisasi melalui jaringan BUS. Konfigurasi BUS mudah untuk diperluas dan lebih murah untuk dibuat daripada konfigurasi bintang. Akan tatapi, kinerjanya akan menurun apabila jumlah titik yang dihubungkan meningkat.


D.Faktor-faktor keberhasilan E-Business
     Terdapat dua faktor penting dalam menetapkan keberhasilan langkah-langkah untuk masuk dalam e-business.
* Faktor pertama adalah tingkat kesesuaian dan dukungan aktivitas e-business atas strategi keseluruhan perusahaan.
* Faktor kedua adalah kemampuan untuk menjamin bahwa proses e-business memenuhi tiga karakteristik kunci yang dibutuhkan dalam transaksi bisnis apapun
E.menggambarkan contoh kasus yang berhasil
Toko Lestari dan Toko Rahayu merupakan sebagian contoh toko yang menjual berbagai perlengkapan rumah tangga, sembako, dan alat tulis, dan sebagainnya. Kedua toko tersebut berada di daerah Tulungagung. Meskipun keduannya menjual barang-barang atau produk yang sama dan terletak di lokasi yang sama yaitu di wilayah perempatan jalan yang lumayan ramai, tetapi peruntungan keduannya sangat berbeda. Toko Rahayu berdiri lebih dahulu daripada Toko Lestari, tetapi hal tersebut tidak mempengaruhi keuntungan Toko Rahayu. Toko Lestari nyaris tidak pernah sepi pengunjung, sedangkan Toko Rahayu sebaliknya.
Setelah diamati dan dibandingkan , ternyata yang membuat Toko Lestari ramai pengunjung adalah kelebihan-kelebihan yang dimilikinya, antara lain: pelayanan yang memuaskan (ramah, pemilik toko dan karyawannya selalu tersenyum dan segera menyambut konsumen atau pengunjung yang datang), selalu menjaga kebersihan, baik kebersihan personal, kebersihan tempat, dan kebersihan barang-barang atau produk yang dijual, selalu mengontrol produk-produk yang kadaluwarsa, selalu menyebut nama pelanggan sehingga pelanggan merasa diperhatikan, penuh inovatif untuk mengembangkan usahannya, sehingga konsumen tetap loyal atau setia terhadap toko tersebut, misalnya dengan menyediakan permen gratis, memberi bonus hadiah pada saat menjelang Hari Raya yang berupa kain atau sembako.
Keadaan seperti itu tidak pernah ditemui di Toko Rahayu. Pelayanan di toko tersebut sangat tidak memuaskan (pemilik toko maupun karyawannya jarang tersenyum, tidak begitu antusias menyambut konsumen yang datang), kebersihan tempat, barang- barang atau produk yang dijual tidak terawat, dan jarang mengontrol produk-produk yang kadaluwarsa, sehingga banyak membuat pembeli yang kecewa karenanya. Barang atau produk yang kadaluwarsa tersebut diantaranya: roti, susu formula, pewarna makanan dan sebagainya. Kondisi tersebut yang akhirnya membuat Toko Rahayu kehilangan konsumen, mengalami gulung tikar, dan pada akhirnya toko tersebut dikontrakkan.
Dari contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa pelayanan yang memuaskan terhadap konsumen, kebersihan (tempat, produk, personal) yang selalu terjaga, pengontrolan produk, dan pengembangan inovasi usaha merupakan hal yang penting diperhatikan dan harus diterapkan dalam berwirausaha. Meskipun kelihatan sepele, tetapi tidak seharusnya di sepelekan.
SOLUSI:
Toko Rahayu seharusnya lebih memperhatikan mutu dan kualitas pelayanan maupun produk yang dimilikinya, dengan memberikan pelayanan yang memuaskan, antara lain: selalu tersenyum ramah untuk menyambut kedatangan konsumen, selalu menyebut nama pelanggan, agar pelanggan merasa diperhatikan dan tetap loyal terhadap toko tersebut, menjaga kebersihan (tempat, personal, dan produk), selalu mengontrol barang atau produk yang kadaluwarsa, karena loyalitas pelanggan atau konsumen terhadap suatu bidang usaha sangat berpengaruh terhadap penghasilan atau omset, yang pada akhirnya akan menuju pada kesuksesan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar